China menyalip Jepang sebagai pengekspor kendaraan terbesar tahun 2024 lalu, dibantu oleh dukungan pemerintah untuk kendaraan listrik.
Baca Juga : Perang Tarif Antara AS dan China
Honda dan Nissan merupakan produsen mobil nomor 2 dan 3 di Jepang setelah Toyota. Mereka telah sepakat tahun lalu untuk menjajaki kemitraan pada perangkat lunak dan komponen kendaraan listrik di antara teknologi lainnya, sebuah inisiatif yang diikuti oleh Mitsubishi Motors pada bulan Agustus.
Namun pimpinan produsen Mitsubishi Motors mengatakan minggu ini, pihaknya juga akan membuat keputusan akhir apakah akan bergabung dalam pembicaraan merger Honda-Nissan pada pertengahan Februari.
Pada bulan Desember, laporan mengatakan raksasa elektronik Taiwan Foxconn telah gagal mendekati Nissan untuk mengakuisisi saham mayoritas.
Perusahaan itu kemudian dilaporkan meminta Renault untuk menjual 35 persen sahamnya di Nissan, sebuah upaya yang ditunda sebelum pembicaraan merger diumumkan.
Nissan juga dibebani utang miliaran dolar yang dilaporkan akan jatuh tempo dalam dua tahun ke depan. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
