Pihak kepolisian juga menyampaikan bahwa mereka akan segera memanggil pihak yang bertanggung jawab atas proyek Sekolah Rakyat untuk dilakukan klarifikasi dan pertemuan bersama warga. Langkah ini diharapkan dapat membuka ruang solusi agar konflik tidak semakin meluas.
“Kami akan memfasilitasi pertemuan antara warga dan pihak proyek agar ada solusi yang tidak merugikan semua pihak,” ujar aparat kepolisian yang menangani situasi tersebut.
Hingga saat ini, situasi di Desa Noelbaki masih terpantau tegang namun terkendali. Sejumlah warga masih berjaga di sekitar akses jalan yang menjadi jalur utama kendaraan proyek, sembari menunggu tindak lanjut dari pihak terkait.
Pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat diharapkan dapat segera turun tangan untuk meredakan ketegangan. Banyak pihak menilai, jika tidak segera diselesaikan, konflik ini berpotensi mengganggu kelancaran proyek pendidikan sekaligus memperburuk hubungan sosial antara warga dan pelaksana kegiatan pembangunan.
Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan adanya benturan antara kepentingan pembangunan infrastruktur pendidikan dengan hak masyarakat atas lingkungan yang layak, aman, dan sehat. Warga berharap ada solusi konkret, bukan sekadar janji, agar aktivitas proyek dapat berjalan tanpa merugikan masyarakat sekitar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









