Berdasarkan keterangan keluarga, hasil pemeriksaan dokter spesialis kejiwaan menyatakan bahwa Dokter Icha mengalami depresi berat dan memerlukan penanganan intensif.
Di tengah proses tersebut, keluarga sebelumnya telah meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten TTU segera memproses dugaan pelanggaran etik yang diduga dilakukan oleh oknum anggota dewan dalam insiden tersebut. Permintaan itu disampaikan sebagai bentuk upaya memperoleh kejelasan dan pertanggungjawaban atas peristiwa yang dialami almarhumah.
Meski kini Dokter Icha telah meninggal dunia, keluarga menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal proses penanganan dugaan intimidasi tersebut. Mereka menyatakan akan bekerja sama dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi kemasyarakatan agar proses penegakan etik maupun hukum dapat berjalan secara transparan dan objektif.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Badan Kehormatan DPRD Kabupaten TTU maupun pihak-pihak yang sebelumnya disebut dalam dugaan intimidasi tersebut terkait kabar meninggalnya Dokter Icha ataupun kelanjutan penanganan kasus tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
