“Surat-surat kendaraan seperti BPKB dan STNK belum kami terima, sehingga mobil tersebut belum bisa digunakan. Untuk detailnya, mungkin bisa langsung ke PPK,” ujar sumber anonim tersebut.
Watergen Samparong: Proyek Tanpa Kejelasan Manfaat
Selain pengadaan mobil bor, proyek pembangunan Watergen di Desa Samparong juga mendapat sorotan tajam. Hingga kini, manfaat dari proyek tersebut belum dirasakan masyarakat setempat.
Kejari Sikka menyebut akan menyelidiki secara mendalam apakah ada indikasi penyimpangan anggaran dalam pelaksanaannya.
Korupsi Berantai di Sikka
Kasus ini menambah panjang daftar dugaan korupsi di Kabupaten Sikka. Sebelumnya, proyek air bersih IKK Nele menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 2,01 miliar akibat kegagalan total tanpa asas manfaat.
Dengan masuknya proyek Mobil Bor dan Watergen Samparong ke radar penyelidikan, masyarakat Sikka berharap ada keadilan dan pengelolaan anggaran yang lebih transparan.
Kejari Sikka berkomitmen untuk menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam praktik korupsi. “Kami berharap ini menjadi peringatan bagi semua pejabat daerah untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola anggaran publik,” tutup Henderina Malo.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
