Oknum Kepsek di TTS Diduga Manfaatkan Dana PIP untuk Kepentingan Pribadi

Screenshot 2026 01 03 10 39 22 85

Bagi orang tua, permintaan data itu menumbuhkan harapan. Anak-anak mereka diyakinkan akan menerima bantuan pendidikan. Namun, hingga banyak siswa lulus, dana yang dijanjikan tak pernah diterima. “Kami merasa ditipu,” ujar Johan.

Dana Dicairkan, Siswa & Orang Tua Tak Tahu

Menurut Johan Effi, kecurigaan orang tua menguat setelah diketahui bahwa dana PIP telah dicairkan secara kolektif oleh pihak sekolah. Siswa dan orang tua tidak pernah dilibatkan dalam proses pencairan, apalagi menandatangani bukti penerimaan.

Data yang dihimpun komite sekolah menunjukkan bahwa pada 2019 terdapat 111 siswa penerima PIP dengan total dana sebesar Rp 66.375.000, Tahun berikutnya (2020), 60 siswa dengan dana sebesar Rp 37.500.000, Pada 2021, 52 siswa dengan total dana sebesar Rp 30.375.000, Jumlah penerima memang menurun pada 2022–2024, tetapi akumulasi dana selama enam tahun mencapai Rp 172.875.000.

“Tidak satu rupiah pun kami terima,” kata Johan. Komite sekolah kemudian mendesak klarifikasi langsung kepada kepala sekolah.

  • Bagikan
Exit mobile version