“Tantangan terbesar adalah mengubah cara pandang kita tentang keadilan,” tutur Tegar. “Bahwa menghukum bukan selalu solusi terbaik. Bahwa dalam banyak kasus, maaf dan dialog justru lebih menyembuhkan.”
Talkshow ini bukan hanya ajang sosialisasi. Ia adalah nyala kecil yang mungkin menyalakan api besar perubahan. Ketika masyarakat mulai memahami bahwa keadilan tidak harus berarti vonis, tetapi bisa juga berarti pelukan damai dan pemulihan jiwa, maka hukum tidak lagi dingin. Ia hidup. Ia bernapas.
Menutup sesi, Tegar mengutip kalimat yang memaku sunyi studio:
“Hati Nurani Adalah Suatu Badan Keadilan, Yang Keputusannya Tidak Dapat Diajukan Banding.”
Mungkin, di tengah dunia yang keras ini, keadilan yang lahir dari hati nurani adalah satu-satunya hukum yang tidak pernah gagal menyentuh jiwa. Restorasi Justice bukan hanya sebuah mekanisme. Ia adalah revolusi. Revolusi hati nurani.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
