Tak Bisa Berkebun Demi Proyek, Kini Upah Pekerja Bak Air di Malaka Justru Tertahan
MALAKA, SNC – Delapan pekerja proyek pembangunan bak penampung air di Desa Kereana, Kecamatan Botin, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, mengaku hingga kini belum menerima upah kerja mereka meskipun proyek tersebut telah selesai dikerjakan.
Para pekerja yang sehari-hari menggantungkan hidup dari berkebun itu mengaku sempat meninggalkan pekerjaan di kebun demi menyelesaikan proyek pembangunan bak penampung air berukuran 5×5 meter tersebut. Harapannya, upah dari pekerjaan itu dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Namun harapan itu hingga kini belum terwujud.
Kepala tukang proyek, Marito Marques, mengatakan dirinya bersama tujuh pekerja lainnya telah menyelesaikan pekerjaan pembangunan bak penampung air sesuai kesepakatan yang tercantum dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB). Dalam dokumen tersebut, nilai upah kerja untuk para pekerja disebut mencapai Rp37 juta.
“Kami sudah kerja sampai selesai bangun bak penampung air ukuran 5×5 meter. Tapi sampai sekarang upah kerja kami belum dibayar,” kata Marito saat ditemui, baru-baru ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








