Ia mengingatkan bahwa pada 1998, seluruh bangsa Indonesia bersatu dalam semangat reformasi untuk mengoreksi pemerintahan yang dianggap melenceng dari prinsip-prinsip demokrasi dan kemerdekaan.
“Sebagian besar warga Indonesia tahu bahwa reformasi bukanlah sesuatu yang didapatkan cuma-cuma. Banyak saudara, kerabat, dan sahabat yang menjadi korban,” ungkap Ganjar dengan penuh penghormatan.
Ganjar menegaskan bahwa hanya setelah reformasi, rakyat Indonesia dapat menikmati kebebasan berpendapat, demokrasi yang lebih bebas, dan hak untuk memilih pemimpin yang dipercayai.
Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa gugatannya kepada MK memiliki tujuan sederhana, yaitu mengingatkan orang-orang akan pengorbanan para pahlawan reformasi serta mempertahankan semangat mereka.
“Tugas besar kita hari ini adalah meneguhkan diri dan bersumpah pada diri sendiri bahwa kematian mereka yang berjuang demi reformasi bukanlah kematian yang sia-sia. Kita harus bersatu untuk merawat ingatan kita,” tambahnya.
Ganjar Pranowo telah menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan keadilan, demokrasi yang sejati, dan memperingati pengorbanan para pejuang reformasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
