“Kemiskinan sudah menjadi predator. Ia menghabisi anak-anak yang seharusnya dilindungi sepenuhnya oleh negara,” ujarnya.
Ia menegaskan, mandat konstitusional negara untuk menjamin kesejahteraan dan perlindungan anak telah gagal dijalankan. Beragam program bantuan sosial dan pendidikan, menurut Alfred, tidak menjangkau mereka yang berada di lapisan paling bawah.
“Negara gagal menghidupkan orang miskin di NTT. Ini bukan soal kekurangan program, ini soal kegagalan sistemik,” katanya.
Kritik Alfred tidak berhenti pada pernyataan moral. Ia mendesak adanya pertanggungjawaban politik nyata dari pemerintah daerah. Kepala daerah, menurutnya, tidak bisa terus berlindung di balik narasi program dan seremoni bantuan.
“Kalau Gubernur benar-benar punya rasa malu, harus berani meminta Presiden mencopot Bupati Ngada dan pejabat terkait, terutama yang mengurus bantuan pendidikan dan sosial,” kata Alfred.
Ia menyoroti ketiadaan data dan respons cepat pemerintah daerah terhadap keluarga miskin ekstrem yang memiliki anak usia sekolah sebagai bentuk kelalaian struktural.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









