Kapal Bayesian, yang dimiliki oleh Mike Lynch, dibangun oleh pembuat kapal asal Italia, Perini, pada tahun 2008 dan terakhir kali diperbaiki pada tahun 2020. Kapal ini memiliki tiang aluminium tertinggi di dunia, setinggi 72 meter, menurut pembuatnya.
Sang kapten, James Cutfield, seorang warga Selandia Baru berusia 51 tahun yang selamat dari kapal karam itu, adalah seorang “pelaut yang sangat baik” dan “sangat dihormati” di Mediterania, kata saudaranya Mark kepada The New Zealand Herald.
Matthew Schanck, ketua Maritime Search and Rescue Council, sebuah organisasi nirlaba berbasis di Inggris yang melatih penyelamat laut, mengatakan bahwa Bayesian adalah korban dari insiden “berdampak tinggi” yang berhubungan dengan cuaca.
“Jika itu benar-benar puting beliung , yang tampaknya memang demikian, maka saya menggolongkannya sebagai peristiwa ‘angsa hitam’,” katanya kepada Reuters, mengacu pada fenomena yang langka dan tak terduga.
Ia mengatakan, ia yakin pihak berwenang akan “menyelidiki” penyebab tenggelamnya kapal tersebut, berkat keterangan para penyintas, saksi mata, dan pemeriksaan lambung kapal yang tenggelam, yang tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan apa pun. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









