Komando Pusat AS siap untuk melanjutkan operasi dari udara dan laut terhadap Houthi selama beberapa minggu, tergantung pada reaksi Houthi dan/atau Iran.
Menurut laporan dari Associated Press, setidaknya 37 orang dilaporkan tewas dan sembilan lainnya terluka akibat serangan tersebut.
Baca juga : Donald Trump Timbulkan Kekhawatiran Resesi
Serangan ini terjadi beberapa hari setelah pemberontak Houthi mengumumkan niat mereka untuk terus menyerang kapal-kapal Israel sebagai balasan atas pemblokiran bantuan Israel ke Gaza.
Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman telah menerima dukungan, pasokan, dan pelatihan dari Iran selama bertahun-tahun. Setelah serangan teroris Hamas di Israel pada Oktober 2023, Houthi menyatakan bahwa mereka hanya akan menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel untuk mendukung rakyat Palestina, meskipun pejabat AS melaporkan bahwa Houthi telah menyerang kapal-kapal yang tidak terkait dengan konflik Israel.
AS, Israel, dan Inggris sebelumnya telah melakukan serangan terhadap wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








