Khamenei menanggapi ancaman Trump dengan mengatakan, “Mereka mengancam akan bertindak secara kriminal, tetapi kami tidak yakin tindakan tersebut akan terwujud. Kami tidak menganggap masalah besar akan datang dari luar, tetapi jika itu terjadi, kami akan memberikan respons yang sangat kuat.”
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menganggap ancaman militer AS sebagai penghinaan terhadap perdamaian dan keamanan internasional, serta menyatakan bahwa kekerasan hanya akan memicu kekerasan lebih lanjut.
Apakah AS dan Iran Siap Terlibat Perang?
Menurut laporan Tehran Times, yang mengutip sumber yang tidak disebutkan, Iran dilaporkan telah mempersiapkan rudal untuk menyerang posisi yang terkait dengan AS. Hal ini terjadi setelah AS menempatkan pesawat pengebom B-2 di Diego Garcia, yang berada dalam jangkauan serangan Iran, serta di tengah intensifikasi serangan terhadap pemberontak Houthi di Yaman, yang didukung Iran, sejak 15 Maret 2025.
Sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer, dua kelompok penyerang kapal induk AS diperkirakan akan dikerahkan di kawasan Teluk Persia dan Timur Tengah pada pertengahan April bulan ini, sebuah langkah yang jarang dilakukan di wilayah tersebut.
Kemajuan Program Nuklir Iran
Iran telah lama menyatakan bahwa program nuklirnya bersifat damai, namun dalam beberapa tahun terakhir, negara ini semakin menunjukkan niat untuk mengembangkan senjata nuklir. Iran saat ini memperkaya uranium hingga hampir 60%, tingkat kemurnian yang hampir mencapai level senjata nuklir.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









