Pembebasan yang diharapkan pada Kamis hari ini akan menjaga momentum gencatan senjata yang antara Israel dan kelompok militan Hamas yang dimulai awal bulan ini dan yang menghentikan perang selama 15 bulan di Gaza.
Baca Juga : Pesawat “Air Busan” terbakar di Korea Selatan
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Hamas membebaskan para sandera secara bertahap dengan imbalan kebebasan bagi ratusan tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.
Utusan Presiden Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, berada di Israel pada hari Rabu dan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang akan menuju Washington minggu depan untuk bertemu dengan Trump.
Pembebasan pada hari Kamis awalnya tidak dijadwalkan tetapi terjadi sebagai hasil dari kebuntuan antara Israel dan Hamas mengenai identitas sandera yang dibebaskan selama akhir pekan.
Israel telah menuntut agar Arbel Yehoud, seorang warga sipil, menjadi bagian dari kelompok itu dan ketika dia tidak dibebaskan, Israel menghentikan pergerakan ratusan ribu warga Palestina yang ingin kembali ke sisa-sisa rumah mereka di wilayah utara Gaza yang dilanda perang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









