“Temuan ini menunjukkan bahwa perkembangan terbalik dapat memainkan peran penting dalam cara organisme laut beradaptasi dengan perubahan lingkungan, terutama di bawah tekanan aktivitas manusia,” kata Javidpour, seorang profesor ekologi di Universitas South Denmark.
Tidak semua ilmuan setuju
Mark Martindale, ilmuan dan direktur Laboratorium Whitney untuk Ilmu Hayati Kelautan di Florida mengatakan, “siapa pun yang pernah bekerja dengan ubur-ubur sisir kutil tahu bahwa ubur-ubur itu dapat menyusut dan beregenerasi, sehingga temuan penelitian tersebut “bukanlah masalah besar.”
Sidney Tamm, seorang ilmuan ahli biologi dari Universitas Boston yang telah mempelajari spesies tersebut tidak setuju, “Kemunduran pada hewan yang kelaparan dan mengalami lobektomi, tentu saja bukan karena pembalikan proses perkembangan, dan tidak boleh disebut perkembangan terbalik,” kata Tamm.
Tamm juga mengatakan, akan lebih akurat jika dikatakan bahwa kenari laut “meregenerasi dan menata ulang” diri mereka sendiri untuk “meniru” bentuk larva mereka” ungkapnya. “Jika ubur-ubur sisir benar-benar kembali ke tahap kehidupan sebelumnya, ia akan melihat pengurangan jumlah silia, organel seperti filamen, pada bagian tubuh mereka yang dikenal sebagai pelat sisir, Fenotipe yang dihasilkan mungkin tampak seperti larva, tetapi sebenarnya bukan larva,” katanya. “Jadi saya pikir para penulis menipu diri mereka sendiri bahwa apa yang mereka lihat adalah akibat pembalikan perkembangan ke tahap awal dalam siklus kehidupan.” tutupnya.
Meskipun demikian, para penulis penelitian tetap pada kesimpulan mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








