Berita mengenai kesepakatan tersebut mengundang reaksi internasional dari para pemimpin dunia, yang mendorong gencatan senjata abadi antara Israel dan Hamas.
Arab Saudi menyambut baik kesepakatan itu, mendesak komitmen untuk mengakhiri apa yang disebutnya agresi Israel di Gaza, menurut pernyataan kementerian luar negeri.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa dia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata Gaza dan berharap kesepakatan ini akan membuka pintu bagi perdamaian dan stabilitas abadi bagi Palestina dan kawasan, seraya menambahkan bahwa Turki akan terus mendukung mereka yang berada di Gaza.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan kesepakatan itu harus dihormati, dan selanjutnya menyerukan agar solusi politik ditemukan.
“Setelah 15 bulan penderitaan yang tidak dapat dibenarkan, ada kelegaan yang sangat besar bagi rakyat Gaza dan harapan bagi para sandera dan keluarga mereka,” katanya.
Keluarga sandera Israel sambut baik gencatan senjata
Sharone Lifschitz, yang ayahnya Oded ditahan di Gaza, mengatakan melalui telepon bahwa dia terkejut dan bersyukur, tetapi tidak akan mempercayainya kesepakatan sampai dia melihat semua sandera pulang.
“Saya sangat ingin melihat mereka, seandainya ada keajaiban ayah saya selamat,” katanya. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
