Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, pada hari Minggu menyerukan penerapan segera fase berikutnya dari gencatan senjata Israel-Hamas.
Ratusan truk bantuan telah memasuki Gaza setiap hari sejak gencatan senjata dimulai pada 19 Januari, namun tidak jelas apa dampak langsung dari penghentian bantuan tersebut. Tahap pertama gencatan senjata, yang mencakup peningkatan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, berakhir pada hari Sabtu.
Kedua belah pihak belum merundingkan tahap kedua, yang melibatkan pembebasan puluhan sandera Israel oleh Hamas sebagai imbalan atas penarikan pasukan Israel dan tercapainya gencatan senjata yang langgeng.
Netanyahu menyatakan bahwa berdasarkan perjanjian yang ada, Israel dapat melanjutkan pertempuran jika negosiasi dianggap tidak efektif. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata hanya akan berlanjut jika Hamas terus membebaskan sandera, dan mengatakan kepada Kabinetnya bahwa “tidak ada makan siang gratis.” Netanyahu juga menyatakan bahwa Israel “sepenuhnya terkoordinasi” dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









