
Succary mengatakan dia dan keluarganya bergegas ke tempat perlindungan bom di dasar tangga tetapi, bahkan di sana, mereka dapat mendengar suara rudal yang menghantam tanah di dekatnya.
“Rumah itu bergetar,” katanya. “Rumah itu penuh dengan pecahan kaca … Tidak ada pintu … Tidak ada jendela.”
Hingga hari Rabu kemarin, Succary masih membersihkan kekacauan akibat serangan rudal. Ia mengatakan marah pada banyak hal terkait serangan Iran dan peringatan satu tahun serangan 7 Oktober mendatang.
“Tentu saja ada ketegangan tertentu. Ini kekacauan yang sangat besar,” katanya.
Berbicara pada malam Rosh Hashanah, tahun baru dalam agama Yahudi, Succary mengatakan bahwa apa yang seharusnya menjadi hari libur yang membahagiakan kini dipenuhi dengan emosi yang campur aduk.
“Anda bisa memulai perang, Anda tahu awalnya, Anda tidak pernah tahu bagaimana akhirnya,” katanya. “Dan itulah masalahnya.” tutupnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









