Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ditangkap

filipina
Pendukung mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte meneriakkan slogan-slogan saat berkumpul di luar Pangkalan Udara Villamor di sebelah bandara Manila pada 11 Maret 2025 setelah penangkapannya. (JAM STA ROSA / AFP melalui Getty Images)

Penangkapan Duterte memicu tangisan dari keluarga korban pembunuhan yang terjadi selama kampanye narkoba Duterte. Randy delos Santos, paman dari seorang remaja yang dibunuh oleh polisi dalam operasi antinarkoba pada Agustus 2017 di Manila, menyatakan bahwa mereka merasa “keadilan sedang berjalan.” Ia berharap pihak yang terlibat dalam pembunuhan ilegal, termasuk pejabat tinggi polisi dan aparat yang terlibat, juga akan ditahan dan dihukum.

Delos Santos juga mengingatkan bahwa meskipun beberapa petugas polisi telah dihukum, banyak lainnya yang masih belum menerima hukuman terkait pembunuhan tersebut, yang menyebabkan keluarga korban beralih ke ICC untuk mendapatkan keadilan.

Sejarah Penyidikan Kejahatan Narkoba di Bawah Duterte

ICC telah menyelidiki pembunuhan terkait narkoba yang dilakukan di bawah kepemimpinan Duterte sejak 1 November 2011, saat ia masih menjabat sebagai Wali Kota Davao, hingga 16 Maret 2019. Setelah itu, Duterte menarik Filipina dari Statuta Roma pada 2019, sebuah langkah yang dianggap oleh aktivis hak asasi manusia sebagai upaya untuk menghindari akuntabilitas internasional.

Baca Juga :  Trump Berikan Peringatan Bagi Iran Jika Pembicaraan Gagal
  • Bagikan