Namun, setelah pekerjaan penggalian dan pemeriksaan artefak berlanjut, misi tersebut menemukan bukti baru yang mengidentifikasi pemilik makam misterius itu sebagai Raja Thutmose II. Bukti tersebut juga menunjukkan bahwa upacara pemakamannya dilakukan oleh Ratu Hatshepsut, yang merupakan istri dan saudara tirinya.
Khaled mengatakan bahwa bagian-bagian dari bejana pualam yang ditemukan di reruntuhan tersebut memiliki prasasti yang memuat nama Raja Thutmose II dan mengidentifikasinya sebagai “raja yang telah meninggal,” beserta nama istrinya, Hatshepsut.
Baca Juga : Demo Unjuk Rasa Menentang Presiden Trump
Ia menggambarkan penemuan itu sebagai salah satu penemuan arkeologi terpenting dalam beberapa tahun terakhir. Artefak yang ditemukan merupakan tambahan penting bagi pengetahuan seputar sejarah daerah tersebut dan masa pemerintahan Raja Thutmose II.
Mumi Raja Thutmose II ditemukan pada abad ke-19, tidak jauh dari lokasi arkeologi lain yang dikenal sebagai Deir el-Bahari Cachette. Muminya kini dipajang, bersama dengan mumi bangsawan kuno lainnya, di Museum Nasional Peradaban Mesir.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









