Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Mimpi Mahasiswa India Untuk Kuliah di Kanada Pudar

mahasiswa
Para pelajar India mendengarkan Jim Whiteway, kiri, dekan sekolah bisnis internasional di Loyalist College di Belleville, Ontario, di pameran pendidikan Kanada di Amritsar, India (Narinder Nanu)

Aturan yang dimodifikasi

Sebagai bagian dari aturan yang dimodifikasi, Ottawa menetapkan batasan baru pada izin kerja bagi pasangan pekerja asing dan mahasiswa dalam program magister. Pemerintah juga telah menaikkan persyaratan keuangan biaya hidup lebih dari dua kali lipat bagi pelamar mahasiswa internasional.

Langkah tersebut diambil di tengah kekhawatiran tentang dampak meningkatnya jumlah mahasiswa internasional terhadap pasar perumahan. Jumlah mahasiswa internasional di Kanada hampir meningkat tiga kali lipat dalam satu dekade terakhir, menjadi lebih dari satu juta tahun lalu, dari sekitar 350.000 pada tahun 2015, menurut data pemerintah.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Angka-angka IRCC menunjukkan bahwa India mengirimkan mahasiswa terbanyak ke Kanada, diikuti oleh China di posisi kedua. Tidak banyak regulasi yang mengatur industri ini, sehingga muncul tuduhan bahwa beberapa perguruan tinggi swasta merekrut mahasiswa asing dengan biaya kuliah yang tinggi dengan menawarkan jalur menuju status penduduk tetap.

Menjelaskan peraturan yang baru diubah merupakan tantangan bagi banyak konsultan pendidikan di India.

“Saya tahu impian mereka tertunda. Sangat sulit untuk memberi tahu para calon mahsiswa tentang hal ini,” kata Jain.

Penurunan minat dari mahasiswa India ini konsisten, kata seorang perwakilan dari perusahaan konsultan studi di luar negeri lainnya.

“Kami biasa mengirimkan ribuan siswa, tetapi sekarang jumlahnya telah menurun hingga 25 persen dari jumlah yang biasa kami lakukan tahun lalu,” kata Pavneet Sidhu, yang bekerja di Gem Overseas yang berpusat di Chandigarh.

“Saya perkirakan 60 hingga 70 persen pelajar telah kehilangan minat ke Kanada” ungkapnya.

Sidhu mengatakan banyak siswa yang dulu ingin pergi ke Kanada sekarang bertanya tentang Jerman, Prancis, dan Finlandia.

Baca Juga :  Terima Kasih Guru! Wakil Ketua DPW PAN NTT Minta Peningkatan Taraf Hidup Pendidik NTT

“Ini adalah negara-negara yang sebelumnya tidak pernah kami ketahui bahwa para mahasiswa pernah membicarakannya” katanya.

Dilraj Singh mengatakan negara-negara selain Kanada menjadi pilihan utama bagi sebagian besar orang di lingkaran pertemanannya di Jalandhar, saat ia mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin belajar di Australia.

“Semua teman saya menyarankan agar saya tidak pergi ke Kanada,” katanya. “Mereka juga sama sekali tidak mempertimbangkan Kanada sebagai pilihan mereka lagi saat ini.” tutupnya. (Red)

  • Bagikan