Di samping Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Starmer mengungkapkan bahwa mereka bertiga sepakat untuk merumuskan sebuah rencana guna mengakhiri pertempuran, yang kemudian akan mereka bawa ke Amerika Serikat, yang juga tengah membahas kemungkinan sebagai perantara kesepakatan damai.
Pertemuan ini, yang memiliki arti penting dalam mendukung sekutu yang sedang dilanda perang, terjadi di tengah kritik keras terhadap Zelenskyy dari Presiden Donald Trump. Pada hari Jumat, Trump mengecam Zelenskyy di Gedung Putih dengan menyatakan bahwa Ukraina tidak cukup berterima kasih atas dukungan AS terhadap invasi Rusia.
Starmer, dalam wawancaranya mengungkapkan bahwa meskipun ia tidak mempercayai Presiden Rusia Vladimir Putin, ia mempercayai Donald Trump.
“Apakah saya percaya Donald Trump ketika dia mengatakan ingin perdamaian abadi? Jawabannya adalah ya,” ujar Starmer.
Baca Juga : Perdana Menteri Kanada Bertemu Dengan Raja Charles III
Starmer menyebutkan bahwa ada “diskusi intensif” untuk mendapatkan jaminan keamanan dari AS.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









