Panama Bebaskan Migran yang Ditahan

Panama
Para migran, sebagian besar dari negara-negara Asia, tiba di Kota Panama pada hari Sabtu, 8 Maret 2025, setelah menghabiskan berminggu-minggu di kamp imigrasi sementara Panama setelah dideportasi dari AS dan dibebaskan dengan syarat mereka meninggalkan negara itu dalam waktu 30 hari. (Matias Delacroix/AP)

Di sisi lain, migran seperti Omagh mengungkapkan bahwa mereka diberitahu bahwa mereka bisa dipindahkan ke negara ketiga jika negara tersebut menerima mereka. Namun, banyak negara yang menutup pintu untuk orang-orang dengan paspor Afghanistan, yang membuat perjalanan mereka semakin sulit.

Selain itu, beberapa migran, seperti wanita asal Tiongkok yang berbicara dengan syarat anonim, mengungkapkan bahwa meskipun mereka telah dideportasi, mereka tetap ingin melanjutkan perjalanan mereka menuju AS untuk mewujudkan impian mereka.

Keputusan Panama untuk menerima para migran ini juga mencuat setelah Presiden Trump menyatakan ketertarikannya untuk mengendalikan Terusan Panama, yang pernah dikuasai AS hingga 1999. Para pemimpin Panama menolak klaim tersebut dan menanggapi tuduhan mengenai pengaruh Tiongkok atas operasi terusan tersebut.

  • Bagikan
Exit mobile version