Di sisi lain, migran seperti Omagh mengungkapkan bahwa mereka diberitahu bahwa mereka bisa dipindahkan ke negara ketiga jika negara tersebut menerima mereka. Namun, banyak negara yang menutup pintu untuk orang-orang dengan paspor Afghanistan, yang membuat perjalanan mereka semakin sulit.
Selain itu, beberapa migran, seperti wanita asal Tiongkok yang berbicara dengan syarat anonim, mengungkapkan bahwa meskipun mereka telah dideportasi, mereka tetap ingin melanjutkan perjalanan mereka menuju AS untuk mewujudkan impian mereka.
Keputusan Panama untuk menerima para migran ini juga mencuat setelah Presiden Trump menyatakan ketertarikannya untuk mengendalikan Terusan Panama, yang pernah dikuasai AS hingga 1999. Para pemimpin Panama menolak klaim tersebut dan menanggapi tuduhan mengenai pengaruh Tiongkok atas operasi terusan tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
