Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

PBB Peringatkan Eskalasi Perang di Kongo Akan Mengakibatkan “Eksekusi Cepat” dan Pemerkosaan Massal

kongo
Anggota kelompok bersenjata M23 berjalan bersama warga di jalan di lingkungan Keshero, Goma, di bagian timur Republik Demokratik Kongo, 27 Januari 2025

“Kekerasan seksual terkait konflik telah menjadi ciri mengerikan dari konflik bersenjata di DRC timur selama beberapa dekade,” kata Laurence.

Penyebaran Senjata Ilegal Memperburuk Situasi

Kepala hak asasi manusia PBB Volker Turk “sangat khawatir bahwa eskalasi terbaru ini berisiko memperdalam risiko kekerasan seksual terkait konflik lebih jauh,” tambahnya.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Laurence memperingatkan bahwa “penyebaran senjata yang meluas di Kongo” “memperburuk” risiko tersebut.

Ia juga menyerukan penyelidikan untuk membawa “para pelaku ke pengadilan” dan memastikan akuntabilitas.

Ruth Maclean, kepala biro Afrika Barat untuk New York Times mengatakan, dalam pekan ini peningkatan kekerasan di Kongo menjadi perhatian khusus karena, selama berbulan-bulan, orang-orang dari pedesaan sekitar telah berbondong-bondong ke kota itu untuk mencari perlindungan dari pertempuran.

“Banyak dari orang-orang yang mengungsi”, kata Maclean, “tinggal di tempat terbuka, sehingga mereka menghadapi risiko yang lebih tinggi” ungkapnya.

Baca Juga :  Intelijen Amerika dan Rusia Kembali Lakukan Percakapan Lewat Telepon
  • Bagikan