“Kekerasan seksual terkait konflik telah menjadi ciri mengerikan dari konflik bersenjata di DRC timur selama beberapa dekade,” kata Laurence.
Penyebaran Senjata Ilegal Memperburuk Situasi
Kepala hak asasi manusia PBB Volker Turk “sangat khawatir bahwa eskalasi terbaru ini berisiko memperdalam risiko kekerasan seksual terkait konflik lebih jauh,” tambahnya.
Laurence memperingatkan bahwa “penyebaran senjata yang meluas di Kongo” “memperburuk” risiko tersebut.
Ia juga menyerukan penyelidikan untuk membawa “para pelaku ke pengadilan” dan memastikan akuntabilitas.
Ruth Maclean, kepala biro Afrika Barat untuk New York Times mengatakan, dalam pekan ini peningkatan kekerasan di Kongo menjadi perhatian khusus karena, selama berbulan-bulan, orang-orang dari pedesaan sekitar telah berbondong-bondong ke kota itu untuk mencari perlindungan dari pertempuran.
“Banyak dari orang-orang yang mengungsi”, kata Maclean, “tinggal di tempat terbuka, sehingga mereka menghadapi risiko yang lebih tinggi” ungkapnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








