Dorongan militer Rusia yang baru serta kunjungan penting Putin ke pasukannya di Kursk terjadi di tengah desakan Presiden Trump agar perang ini segera diakhiri melalui jalur diplomatik, menyusul invasi Rusia sejak Februari 2022.
Pada hari Selasa, AS mencabut penangguhan bantuan militer serta berbagi informasi intelijen untuk Kyiv setelah kemajuan signifikan dicapai dalam pembicaraan perdamaian di Arab Saudi.
“Sekarang tergantung pada Rusia,” kata Trump pada hari Rabu, ketika pemerintahannya mendesak Moskow untuk menerima gencatan senjata. Presiden AS juga mengancam dengan sanksi baru jika Rusia menolak ikut serta dalam upaya perdamaian, dengan mengatakan bahwa, “secara finansial, kami bisa melakukan hal-hal yang sangat merugikan Rusia, yang bisa sangat menghancurkan bagi mereka, tapi saya tidak ingin itu karena saya ingin melihat perdamaian” ungkap Trump.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa utusan khusus Trump untuk Rusia dan Ukraina, Steve Witkoff, sedang menuju Moskow untuk pembicaraan lebih lanjut dengan pejabat Rusia, termasuk kemungkinan pertemuan dengan Putin. Witkoff tiba di Moskow pada Kamis pagi kemarin, meski rincian jadwal pertemuan belum diungkap.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
