Putin juga menambahkan bahwa ke depan, “perlu dipertimbangkan untuk menciptakan zona keamanan di sepanjang perbatasan negara,” yang mengisyaratkan bahwa Rusia mungkin berencana untuk memperluas pengaruhnya dengan merebut sebagian wilayah Ukraina, seperti Sumy. Hal ini bisa mempersulit proses tercapainya kesepakatan gencatan senjata.
Ukraina melancarkan serangan ke Kursk pada musim panas lalu dalam upaya untuk mengalihkan perhatian pasukan Rusia dari garis depan Ukraina serta untuk memperoleh posisi tawar dalam negosiasi perdamaian. Namun, serangan ini gagal mengubah dinamika perang secara signifikan.
Pada Rabu malam, Kepala Staf Militer Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi, melaporkan bahwa serangan udara Rusia terhadap Kursk sangat masif dan menyebabkan kerusakan hebat pada kawasan Sudzha. Meskipun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kontrol Ukraina atas pemukiman tersebut, ia menegaskan bahwa pasukan Ukraina kini berfokus pada posisi yang lebih menguntungkan.
Selain itu, Mayor Jenderal Dmytro Krasylnykov, yang bertanggung jawab atas Komando Operasional Utara Ukraina yang mencakup wilayah Kursk, diberhentikan dari jabatannya pada Rabu, meski alasan pemecatannya belum diumumkan. Krasylnykov mengatakan ia belum diberitahu mengenai alasan pemecatannya, namun mengisyaratkan bahwa ia mungkin akan memberikan penjelasan lebih lanjut di kemudian hari. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
