Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Serangan Udara Israel Hantam RS Al-Ahli di Gaza

serangan udara
Bangsal rawat jalan dan laboratorium rumah sakit Al-Ahli Arab Baptist terlihat setelah terkena serangan tentara Israel Sabtu malam, menyusul peringatan yang dikeluarkan oleh tentara untuk mengevakuasi pasien, di Kota Gaza, Minggu, 13 April 2025. (Jehad Alshrafi/AP)
ap25103266498430
Bangsal rawat jalan dan laboratorium rumah sakit Al-Ahli Arab Baptist terlihat setelah terkena serangan tentara Israel Sabtu malam, menyusul peringatan yang dikeluarkan oleh tentara untuk mengevakuasi pasien, di Kota Gaza, Minggu, 13 April 2025.
(Jehad Alshrafi/AP)

Pasien-pasien kemudian dialihkan ke tiga rumah sakit lainnya di Kota Gaza: Rumah Sakit Shifa, Al-Quds, dan Rumah Sakit Lapangan Kuwait.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan ke pusat komando dan kontrol milik Hamas yang berada di dalam kompleks rumah sakit, yang disebut digunakan untuk merancang serta melancarkan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Israel.

Militer juga menyebut telah mengupayakan langkah mitigasi sebelum serangan, termasuk memberikan peringatan dan menggunakan amunisi presisi dengan dukungan pengawasan udara.

Beberapa jam setelahnya, serangan udara lain menghantam sebuah kendaraan di wilayah Deir al-Balah, Gaza tengah, menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk enam bersaudara dan seorang teman mereka, menurut laporan staf kamar jenazah di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa.

Militer Israel menyatakan bahwa pihaknya juga menargetkan pusat komando Hamas lain di wilayah tersebut, namun membantah keterkaitan langsung dengan serangan terhadap kendaraan yang kini masih dalam penyelidikan.

Insiden serangan udara ini terjadi menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Israel yang mengungkapkan bahwa operasi militer akan diperluas secara signifikan di Jalur Gaza.

Pada hari yang sama, Israel mengumumkan penyelesaian koridor Morag yang memisahkan Kota Rafah dari wilayah Gaza lainnya. Militer menyebut bahwa koridor tersebut akan diperluas secara besar-besaran dalam waktu dekat.

Israel terus menekan Hamas agar membebaskan 59 sandera yang tersisa, termasuk 24 orang yang diyakini masih hidup. Pemerintah Israel juga menyatakan telah menerima proposal baru untuk gencatan senjata.

Dalam 24 jam terakhir, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 11 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka akibat serangan Israel.

Fasilitas kesehatan kerap menjadi korban serangan udara dalam konflik ini, meskipun hukum internasional memberikan perlindungan khusus terhadap rumah sakit. Israel telah beberapa kali melancarkan operasi militer terbuka terhadap rumah sakit di Gaza dengan tuduhan bahwa Hamas menggunakan fasilitas tersebut sebagai tempat persembunyian dan pusat komando.

Baca Juga :  Israel Hizbullah Saling Serang Dengan Roket

Perang antara Israel dan Hamas meletus sejak 7 Oktober 2023, ketika Hamas melakukan serangan yang menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera sekitar 250 orang. Sejumlah sandera telah dibebaskan melalui kesepakatan gencatan senjata, sementara sedikitnya 41 lainnya dilaporkan tewas dalam penahanan.

Hingga kini, lebih dari 50.000 orang Palestina dilaporkan tewas akibat serangan balasan Israel, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola oleh Hamas. Laporan tersebut menyebut bahwa lebih dari separuh korban adalah perempuan dan anak-anak, namun tidak merinci jumlah kombatan dan warga sipil secara terpisah. (Red)

  • Bagikan