SN – Pengunduran diri Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, sebagai pemimpin Liberal terjadi hanya dua minggu sebelum Donald Trump menjabat sebagai Presiden AS, disaat yang bersamaan Kanada dilanda ancaman tarif 25 persen, untuk semua impor dari Kanada ke Amerika atau bergabung dengan AS.
Trudeau sendiri dalam pernyataan mundurnya mengatakan, dia akan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga penggantinya dipilih, sehingga menciptakan prospek bahwa Kanada akan memiliki kepala pemerintahan yang tidak berdaya saat mitra dagang terbesarnya mengenakan tarif tinggi pada ekspornya.
Pengunduran diri itu berarti kini sangat sedikit yang dapat dilakukan Trudeau untuk mencegah ancaman tarif Trump, kata David MacNaughton, yang ditunjuk Trudeau sebagai duta besar Kanada untuk AS pada tahun 2016.
“Realitanya adalah, jika seseorang mengumumkan pengunduran diri, maka otomatis kekuatan dan pengaruh langsung sirna,” kata MacNaughton.
Ia mengatakan Trudeau seharusnya mengambil langkah ini beberapa bulan lalu untuk memastikan pemerintah siap menghadapi kemungkinan kembalinya Trump ke Gedung Putih.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








