Meski begitu, Perez menyatakan bahwa vaksinasi bisa efektif jika dipadukan dengan langkah-langkah biosekuriti yang ketat. Ia juga mencatat bahwa pendekatan alternatif, seperti mengandalkan unggas yang selamat dari flu burung untuk memberikan kekebalan alami, berisiko memperkenalkan mutasi virus yang lebih berbahaya.
Beberapa mantan pejabat juga menjelaskan bahwa pemerintahan Biden memutuskan untuk tidak memvaksinasi unggas karena khawatir hal itu dapat menyebabkan penyebaran virus yang tidak terdeteksi, memperburuk larangan impor produk unggas AS, serta menciptakan tantangan logistik pada peternakan unggas komersial besar.
Pernyataan Kennedy muncul setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merilis penilaian terbaru yang menyebutkan bahwa meskipun risiko flu burung bagi masyarakat umum tetap rendah, risiko tersebut lebih tinggi bagi pekerja pertanian dan dokter hewan yang berhubungan langsung dengan unggas yang terinfeksi atau permukaan yang tercemar. CDC juga memperingatkan bahwa meskipun risikonya rendah, virus ini dapat bermutasi dengan cepat dan berpotensi menyebabkan pandemi di masa depan. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








