Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

BPJS Kesehatan Kupang Tegaskan Peran Strategis Media dalam Sosialisasi Program JKN

bpjs

SN, Kupang – Dalam upaya memperkuat diseminasi informasi terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Cabang Kupang menyelenggarakan kegiatan Media Gathering bertajuk “JKN untuk Semua: BPJS Kesehatan Berkualitas Wujudkan Indonesia Semakin Sehat” pada Rabu, (04/06/2025), bertempat meeting room lantai 2 Kantor BPJS Kesehatan Kupang.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk kolaborasi strategis antara institusi penyelenggara jaminan sosial kesehatan dengan insan pers, sebagai corong publikasi publik. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Ario Trisaksono, yang hadir sebagai narasumber utama, menekankan bahwa keberlangsungan Program JKN sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Ario, sistem JKN dirancang atas dasar prinsip gotong royong, di mana solidaritas antarpeserta menjadi fondasi utama. “Ketika satu peserta membutuhkan pelayanan kesehatan, biaya ditanggung bersama oleh peserta lain yang sedang sehat. Ini adalah bentuk konkret solidaritas sosial yang menjadi ruh program JKN,” ujar Ario dalam pemaparannya.

Lebih lanjut, Ario menguraikan bahwa dalam kerangka regulasi nasional, khususnya yang tercantum dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2018, seluruh pemberi kerja diwajibkan mendaftarkan karyawannya sebagai peserta JKN dan menunaikan kewajiban iuran sesuai ketentuan. Ia mengingatkan bahwa kewajiban ini tidak berhenti pada pemotongan gaji semata, melainkan juga pada penyaluran iuran tersebut ke BPJS Kesehatan secara tepat waktu.

Baca Juga : Rakor Menggelegar, Bupati Wanti-wanti Desa dan Kelurahan Tindak Lanjuti Instruksi Nasional

“Tanpa kepatuhan administrasi dari pemberi kerja, akses layanan kesehatan yang menjadi hak pekerja bisa terganggu. Oleh karena itu, kami mengimbau agar aspek ini tidak diabaikan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan turut mensosialisasikan inovasi digital yang telah diterapkan untuk mempermudah layanan peserta. Salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan adalah fasilitas pindah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) secara daring melalui aplikasi Mobile JKN.

Selain itu, Ario juga menyebutkan adanya program keringanan berupa skema cicilan tunggakan iuran bagi peserta mandiri yang mengalami kendala finansial, seperti program REHAB (Rencana Pembayaran Bertahab), program ini dimaksudkan agar peserta yang menunggak bisa menyelesaikan tunggakannya secara bertahab.

Baca Juga :  Serangan Udara Israel ke Sekolah di Gaza Tewaskan Lebih dari 100 Orang

Tak hanya layanan kuratif, BPJS Kesehatan juga menyediakan manfaat tambahan dalam bentuk bantuan penggantian alat bantu kesehatan, antara lain kacamata, alat bantu dengar, dan gigi tiruan, sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini mencerminkan perluasan akses layanan yang lebih inklusif dan holistik bagi peserta.

Menanggapi sejumlah pertanyaan dari awak media dalam sesi diskusi interaktif, Ario menyampaikan komitmen lembaganya dalam meningkatkan efektivitas kanal pengaduan dan sistem respons terhadap keluhan peserta. Ia mendorong masyarakat untuk proaktif menyampaikan keluhan melalui saluran resmi agar dapat ditindaklanjuti secara tepat dan cepat.

“Tanpa laporan yang tercatat dalam sistem kami, akan sulit untuk melakukan tindakan korektif. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menyuarakan kendala yang dihadapi,” tegas Ario.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan oleh BPJS Kesehatan untuk mempererat hubungan kelembagaan dengan media sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi publik. Ario menyampaikan harapannya agar insan pers turut mengambil peran aktif dalam membangun literasi kesehatan masyarakat.

“Media memiliki fungsi edukatif yang sangat penting. Kami berharap rekan-rekan jurnalis bisa menjadi agen informasi yang menjembatani pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajiban mereka dalam Program JKN,” pungkasnya. (Ein)

  • Bagikan