Dr. Andriko juga menyoroti “Anting Berlian,” sebuah pendekatan berbasis aplikasi dengan data “by name by address” untuk memantau anak-anak yang memerlukan intervensi gizi. Aplikasi “ANTING ORTA” memungkinkan perangkat daerah di tingkat provinsi berperan sebagai orang tua asuh bagi anak-anak stunting, sementara “ANTING MUTIARA” memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi dasar lengkap serta terbebas dari TBC dan malaria. Ia menekankan bahwa aplikasi ini memberikan akses cepat dan tepat untuk mendorong pemulihan gizi buruk di masyarakat.
Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Penjabat Gubernur yang telah memilih Puskesmas Oesapa sebagai lokasi peluncuran, dan mengapresiasi semua pihak yang berperan. Kehadiran Therapeutik Feeding Center (TFC) di Puskesmas Oesapa dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat penanganan gizi buruk anak-anak Kupang. Menurutnya, keterlibatan aplikasi ANTING ORTA dan ANTING MUTIARA akan meningkatkan efektivitas dan pengukuran dalam penanganan stunting secara lebih menyeluruh.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
