Linus juga menyatakan komitmennya untuk menurunkan angka stunting di Kupang, yang saat ini mencapai sekitar 4.000 anak. Dengan kolaborasi lintas sektor, target penurunan signifikan menjadi 2.000 anak dapat tercapai, bahkan diharapkan bisa lebih. Linus menekankan pentingnya pola makan sehat dengan memanfaatkan pangan lokal seperti jagung, ubi, sayur-sayuran, dan ikan yang berlimpah di Kupang.
Di akhir sambutannya, Linus mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam upaya mencapai masa depan anak-anak NTT yang sehat dan berkualitas. “Masa depan anak-anak kita ada di tangan kita. Dengan kerja sama yang baik, cita-cita menurunkan stunting di Kota Kupang pasti bisa kita capai,” pungkas Linus.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Iien Adriany, M.Kes., dalam laporan panitianya menyoroti bahwa NTT memiliki angka stunting tertinggi kedua di Indonesia. Upaya ini menyasar remaja, calon pengantin, hingga anak-anak balita, terutama dengan intervensi sebelum usia dua tahun. GKP2ST bertujuan untuk memperbaiki pola asuh dan pemanfaatan pangan lokal dalam meningkatkan gizi anak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
