“Yang kita dapatkan hari ini bukan akhir perjalanan. Ini awal bagi kita untuk membuktikan bahwa Undana mampu menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Bagi Undana, kehadiran rumah sakit bukan sekadar melengkapi fungsi perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan. Lebih dari itu, rumah sakit menjadi ruang pengabdian nyata kepada masyarakat.
Di tempat inilah ilmu pengetahuan bertemu dengan kemanusiaan. Dokter, perawat, tenaga kesehatan, dosen, dan mahasiswa belajar bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal menyembuhkan penyakit, tetapi juga menghadirkan rasa aman, nyaman, dan harapan bagi pasien.
Karena itu, Prof. Jefri memberikan pesan yang sangat sederhana tetapi sarat makna kepada seluruh tenaga kesehatan RSU Undana.
“Jangan sampai ada masyarakat yang tidak terlayani hanya karena biaya atau persoalan administrasi,” tegasnya.
Pesan tersebut menggambarkan filosofi dasar yang ingin dibangun RSU Undana: pelayanan yang menempatkan manusia sebagai prioritas utama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









