“Saya senang melihat perempuan kini tidak lagi hanya sebagai pengguna teknologi, tapi juga pencipta dan pengubah ekosistemnya,” ujarnya bangga.
Dalam kesempatan itu, Meutya juga menjajal beberapa gim yang dikembangkan oleh peserta IWIG. Beberapa di antaranya bahkan dirancang dengan pendekatan edukatif dan berfokus pada kesehatan mental anak.
Turut hadir dalam forum ini, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah, dan Staf Khusus Menteri Alfreno Kautsar Ramadhan. Keduanya menegaskan bahwa pemerintah akan terus membuka ruang dialog dengan pelaku industri, komunitas gim, dan akademisi guna memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan berimbang.
“Regulasi ini bukan untuk membatasi kreativitas, tapi untuk memastikan bahwa inovasi yang tumbuh juga membawa nilai tanggung jawab,” ujar Dirjen Edwin.
Di tengah gempuran teknologi dan derasnya konten global, langkah Menkomdigi Meutya Hafid menjadi penegasan penting bahwa masa depan digital Indonesia tidak boleh mengabaikan keselamatan psikologis anak-anak. Dengan regulasi yang adil, penerapan klasifikasi usia yang ketat, serta keterlibatan aktif para perempuan pengembang gim, Indonesia sedang melangkah menuju ekosistem digital yang sehat, inovatif, dan penuh empati.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
