“Foto dengan seragam loreng itu diambil pada 2014 ketika Rosalia masih mahasiswa dan terlibat di Menwa, sebuah kegiatan kemahasiswaan yang memang mengharuskan penggunan seragam loreng,” tambah Melky, menegaskan bahwa Rosalia tidak ada kaitannya dengan TNI.
Baca Juga : Tradisi Kupang Bertakbir Semakin Megah! Gubernur NTT Lepas Ribuan Peserta
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, yang menegaskan bahwa Rosalia dan enam guru lainnya serta seorang tenaga kesehatan di Distrik Anggruk bukanlah mata-mata. Mereka telah bertugas di daerah pedalaman sejak 2021.
“Mereka bukan orang yang baru ditugaskan. Mereka sudah bertugas di sini lama dan sudah melalui proses verifikasi yang ketat sebelum ditempatkan di daerah ini,” ujar Didimus, menanggapi tuduhan KKB.
Kronologi serangan KKB di Distrik Anggruk dimulai pada 21 Maret 2025, ketika KKB Papua melancarkan serangan yang menyebabkan lima guru dan seorang tenaga kesehatan terluka parah. Rumah-rumah guru juga dibakar oleh kelompok tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
