Pada serangan kedua yang terjadi pada 22 Maret 2025, Rosalia Rerek Sogen tewas setelah diserang oleh anggota KKB Papua saat dirawat di puskesmas. Matheus Mamun Sare, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi IKF NTT Papua, menyatakan bahwa serangan kedua ini menunjukkan betapa brutalnya tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap orang-orang yang tidak bersalah.
Rosalia, yang telah mengabdi sebagai guru di Distrik Anggruk sejak 2022, sempat menelepon kakaknya, Emanuel Suban Sogen, dua hari sebelum kematiannya. Dalam percakapan itu, Rosalia berencana untuk pulang ke kampung halamannya di Flores Timur, NTT, pada Mei 2025, namun nasib tragis menjemputnya lebih cepat.
Jenazah Rosalia dimakamkan secara kedinasan di Lewotala, Flores Timur, pada 26 Maret 2025. Tragedi ini juga menyebabkan kerusakan lebih lanjut, dengan pembakaran rumah, perusakan fasilitas komunikasi, dan teror yang memaksa warga mengungsi ke hutan.
Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, menyampaikan bahwa sebagian besar korban, yang mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), telah dievakuasi ke Jayapura, dengan satu korban meninggal dan enam lainnya dirawat di Rumah Sakit Martin Indey. Situasi di kawasan tersebut sangat mencekam, dengan sebagian besar warga merasa terancam.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
