BNPB mencatat bahwa meskipun jumlah kejadian bencana fluktuatif, dampak bencana seperti korban jiwa, cedera, dan kerusakan infrastruktur cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu contoh nyata adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2023, di mana luas lahan yang terbakar jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Suharyanto mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya pencegahan yang dilakukan secara berkesinambungan, termasuk edukasi masyarakat, peningkatan teknologi monitoring, dan kesiapsiagaan di tingkat lokal.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, hingga masyarakat, harus berkolaborasi untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan.
BNPB mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kapasitas dalam mitigasi bencana dan pengelolaan risiko.
Selain itu, penting bagi masyarakat untuk lebih sadar dan waspada terhadap potensi ancaman di wilayahnya masing-masing. Dengan upaya pencegahan yang maksimal, dampak bencana diharapkan dapat diminimalisir, dan Indonesia akan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi berbagai jenis bencana.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
