Jenderal Maruli juga menyebutkan bahwa berkat diskusi tersebut, banyak warga NTT yang kini merasakan manfaat dari program TNI Manunggal Air.
“Di NTT, khususnya di TTS, sudah ada sekitar 40 sumur bor yang dibangun. Jika ada yang rusak, marahin Brigjen Simon saja,” tambahnya yang disambut tawa dari para hadirin.
Selain itu, Jenderal Maruli juga menegaskan bahwa air sangat penting tidak hanya untuk konsumsi warga, tetapi juga untuk sektor pertanian.
“Jika dulu hanya ada 200-an titik air di satu provinsi, sekarang sudah bisa bertambah lagi. Dari 264 titik yang dibangun, tahun ini akan ditambah lagi 1000 titik,” jelasnya.
Ketika memberikan sambutan di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Jenderal Maruli kembali menekankan bahwa ide pertama untuk program air ini berasal dari NTT.
“Masyarakat NTT ini luar biasa. Di tengah kekurangannya, mereka mampu melahirkan banyak orang hebat, termasuk Brigjen Simon. Kalau NTT sudah dibuatkan standarnya, bukan tidak mungkin NTT akan mampu bersaing dengan daerah lainnya,” pujinya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








