SN – Disrupsi teknologi semakin mendalam dan kini memasuki fase yang lebih kompleks: disrupsi multidimensi. Fase ini ditandai dengan serangan dari berbagai sektor yang saling berhubungan. Media-media saling bertumbukan, saling mempengaruhi dan saling mendominasi. Di sisi lain, bisnis media, jurnalisme, distribusi, serta sistem pemasaran mengalami perubahan besar.
Persaingan antar platform media semakin meluas, tak hanya antar perusahaan pers, tetapi juga antara media sosial dan platform global seperti Google dan Facebook. Konten media sering kali dipertukarkan tanpa memperhatikan etika. Tidak ada kejelasan tentang siapa yang memproduksi konten dan siapa yang menikmati hasilnya.
Media cetak semakin terpinggirkan oleh media televisi dan platform online. Sementara itu, media sosial dengan aplikasi-aplikasinya seperti YouTube mengganggu media televisi. Bahkan, platform digital besar seperti Google ikut mendistribusikan berita dan mengambil sebagian besar anggaran iklan.
Artificial Intelligence (AI) turut berperan dalam mendaur ulang informasi, berfungsi layaknya jurnalis dalam menghasilkan karya tulis. Namun, banyak informasi yang disampaikan AI belum terverifikasi kebenarannya, yang berpotensi merusak kualitas kerja media.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
