“Kendala utama kami memang fasilitas. Tetapi keterbatasan itu tidak membuat anak-anak menyerah. Mereka tetap semangat dan disiplin latihan,” tambah Yonatan.
Untuk meningkatkan kualitas permainan, tim pelatih juga menerapkan berbagai metode latihan, salah satunya drill simulasi serangan balik dari bola pertama atau penerimaan servis, agar pemain mampu membangun pola serangan cepat ketika tim lawan melakukan rotasi blok.
Yonatan menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, para guru, orang tua, hingga alumni yang terus memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat mengembangkan bakat olahraga di sekolah.
Kepala SMA Negeri Restorasi Fatuat, Andi Yanto Maubanu, S.Pd, disebut memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan minat dan bakat siswa, termasuk di bidang olahraga.
Sementara itu, kapten tim, Krisefen Nenabu, mengaku sangat bangga atas pencapaian yang diraih timnya. Menurutnya, hasil tersebut terasa sangat istimewa karena mereka berasal dari sekolah di desa dan baru pertama kali mengikuti turnamen tingkat provinsi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









