“Kami sangat senang dan bangga karena walaupun kami dari desa dan baru pertama kali ikut pertandingan di provinsi, puji Tuhan kami bisa mendapat juara,” ungkap Krisefen.
Ia mengaku sejak awal tim sebenarnya tidak memasang target tinggi. Mereka hanya berharap dapat tampil maksimal dan menjadikan turnamen tersebut sebagai pengalaman berharga.
“Kami tidak berharap bisa juara. Kami hanya berharap bisa tampil untuk mendapatkan pengalaman. Tetapi hasil ini menjadi pelajaran bagi kami agar tetap semangat berjuang,” katanya.
Menurut Krisefen, salah satu kekuatan utama tim mereka adalah kerja sama dalam tim yang terus dijaga selama latihan maupun pertandingan berlangsung.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendukung dari berbagai sekolah yang telah memberikan semangat selama pertandingan.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa sekolah baru bukan penghalang untuk meraih prestasi besar. Meski masih menghadapi keterbatasan fasilitas, SMA Negeri Restorasi Fatuat terus menunjukkan perkembangan positif dan mulai diperhitungkan dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









