Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bukan Lagi Soal Bantuan, Tapi Soal Kemauan: Catatan Kritis dari Kupang Timur

bukan-lagi-soal-bantuan-tapi-soal-kemauan-catatan-kritis-dari-kupang-timur
Bukan Lagi Soal Bantuan, Tapi Soal Kemauan: Catatan Kritis dari Kupang Timur

Pernyataan Bupati Kupang mengenai keterlibatan Bulog untuk membeli hasil pertanian warga merupakan perubahan paradigma penting. Selama ini, ketakutan utama petani adalah overproduction without market—hasil melimpah tapi tak ada pembeli. Itu membuat masyarakat memilih jalan aman: menanam sedikit atau bahkan tidak menanam sama sekali.

Namun kini, Presiden melalui Bulog memberi jaminan bahwa hasil panen masyarakat akan dibeli dengan harga terbaik yang ditetapkan negara. Artinya:

  • Risiko pasar berkurang
  • Petani memiliki kepastian keuntungan
  • Produksi lokal dapat meningkat signifikan
  • Rantai ekonomi desa dapat bergerak

Dalam teori ekonomi pembangunan, kondisi ini disebut sebagai market guarantee mechanism, yaitu peran negara sebagai stabilisator pasar. Jika petani masih enggan bekerja sepenuh tenaga setelah jaminan pasar diberikan, maka masalahnya bukan lagi ekonomi—melainkan kultural dan psikologis.

Ekologi sebagai Etika: Menanam Adalah Menjaga Bumi

Yosef Lede juga menekankan pentingnya tanaman umur panjang untuk melawan banjir, longsor, dan pemanasan global. Di sini, pernyataan ini bersinggungan dengan pemikiran filsuf lingkungan seperti Arne Naess yang menyebut bahwa manusia tidak boleh dipisahkan dari ekosistemnya. Menanam pohon bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi tindakan etis menjaga keberlangsungan bumi.

Baca Juga :  Berharap Ekonomi Indonesia (Tidak) Baik?
  • Bagikan