Itulah inti opini ini: kesejahteraan tidak tercipta dari pemberian, tetapi dari kemauan dan kerja. Dalam filsafat, ini disebut sebagai praxis—tindakan nyata yang mengubah realitas. Tanpa praxis, seluruh bantuan tidak akan menyentuh akar masalah.
Kupang Timur memiliki tanah, air, alat pertanian, jaminan pembelian hasil, dan dukungan pemerintah. Maka kini, yang tersisa hanyalah pertanyaan paling fundamental:
Apakah masyarakat siap mengubah diri?
Karena ketika kemauan hadir, bantuan hanya menjadi pelengkap; namun ketika kemauan hilang, bantuan sebanyak apa pun hanya menjadi kabut yang menutupi masalah.
Penulis: Yos Bataona (Sekretaris SMSI NTT)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
