Di Antara Kata yang Asing dan Harapan yang Tumbuh: Catatan Mengajar Bahasa Inggris dari Daerah 3T

Editor: Redaksi
ChatGPT Image 21 Feb 2026 19.33.33

Mengajar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) membuat saya menyadari bahwa pendidikan bukan hanya tentang kurikulum, melainkan tentang menjembatani dunia. Jarak geografis yang panjang, keterbatasan akses informasi, dan minimnya paparan bahasa asing bukan sekadar latar belakang, tetapi realitas yang membentuk cara siswa memandang pelajaran.

Dalam banyak kesempatan, saya teringat gagasan Lev Vygotsky bahwa belajar terjadi melalui interaksi dan dukungan sosial. Di kelas kecil ini, teori itu terasa hidup. Setiap dorongan sederhana seperti mengajak siswa mengucapkan satu kata dengan pelan menjadi langkah kecil yang berarti.

Saya sering menggunakan Bahasa Dawan (Uab Meto) untuk menjelaskan konsep. Ketika kata “I” saya hubungkan dengan “Au,” suasana kelas berubah; ada rasa akrab yang muncul, seolah bahasa yang jauh tiba-tiba menemukan rumahnya.

Pemikiran Jim Cummins tentang pentingnya bahasa pertama dalam pembelajaran bahasa kedua terasa sangat relevan di sini: bahasa lokal bukan penghalang, melainkan jembatan yang memungkinkan pemahaman tumbuh secara perlahan.

  • Bagikan
Exit mobile version