Dalam kerangka Kurikulum Merdeka, pembelajaran didorong agar berpusat pada peserta didik, memberi ruang eksplorasi, serta memperkuat kompetensi literasi sebagai fondasi pembelajaran lintas disiplin. Hal ini selaras dengan penguatan karakter melalui kebijakan Profil Pelajar Pancasila, yang menekankan pentingnya bernalar kritis, kreatif, dan mandiri.
Konteks Wilayah 3T dan Tantangan Literasi
Sebagai sekolah yang berada di wilayah dengan karakteristik geografis dan akses yang terbatas, praktik literasi di lingkungan ini tidak lepas dari tantangan khas daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Keterbatasan bahan bacaan, akses terhadap sumber belajar, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat menjadi faktor yang memengaruhi kebiasaan literasi peserta didik.
Di banyak sekolah daerah, kegiatan membaca sering kali masih dipandang sebagai aktivitas akademik semata, belum menjadi budaya. Tantangan lain adalah terbatasnya paparan terhadap sumber literasi yang beragam serta minimnya ruang ekspresi bagi peserta didik untuk menyalurkan kreativitas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
