Karya sebagai Jalan Menumbuhkan Budaya Literasi Peserta Didik

Kontributor : Marthen Bees Editor: Redaksi
IMG 20260309 103404

Namun, justru dalam keterbatasan tersebut terdapat peluang untuk menghadirkan inovasi berbasis konteks lokal. Pendekatan literasi yang mengakar pada pengalaman dan realitas kehidupan peserta didik terbukti lebih relevan dan mampu meningkatkan keterlibatan belajar.

Karya sebagai Strategi Adaptif di Daerah

Penyusunan antologi cerpen menjadi strategi adaptif yang memungkinkan peserta didik memanfaatkan pengalaman sehari-hari sebagai sumber belajar. Cerita yang ditulis sering kali merefleksikan kehidupan keluarga, lingkungan sosial, budaya lokal, serta dinamika kehidupan di daerah, sehingga proses literasi menjadi lebih dekat dengan realitas mereka.

Sebagaimana dikemukakan oleh Lev Vygotsky, “learning is a social process,” pembelajaran yang berakar pada konteks sosial akan lebih bermakna. Pendekatan ini juga sejalan dengan pandangan Jerome Bruner tentang pentingnya pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk membangun makna melalui pengalaman.

Dalam perspektif pembelajaran pengalaman, David A. Kolb menegaskan bahwa pengetahuan terbentuk melalui transformasi pengalaman. Proses menulis dan melihat karya diterbitkan menjadi pengalaman transformasional yang memperkuat motivasi literasi.

  • Bagikan
Exit mobile version