Namun, justru dalam keterbatasan tersebut terdapat peluang untuk menghadirkan inovasi berbasis konteks lokal. Pendekatan literasi yang mengakar pada pengalaman dan realitas kehidupan peserta didik terbukti lebih relevan dan mampu meningkatkan keterlibatan belajar.
Karya sebagai Strategi Adaptif di Daerah
Penyusunan antologi cerpen menjadi strategi adaptif yang memungkinkan peserta didik memanfaatkan pengalaman sehari-hari sebagai sumber belajar. Cerita yang ditulis sering kali merefleksikan kehidupan keluarga, lingkungan sosial, budaya lokal, serta dinamika kehidupan di daerah, sehingga proses literasi menjadi lebih dekat dengan realitas mereka.
Sebagaimana dikemukakan oleh Lev Vygotsky, “learning is a social process,” pembelajaran yang berakar pada konteks sosial akan lebih bermakna. Pendekatan ini juga sejalan dengan pandangan Jerome Bruner tentang pentingnya pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk membangun makna melalui pengalaman.
Dalam perspektif pembelajaran pengalaman, David A. Kolb menegaskan bahwa pengetahuan terbentuk melalui transformasi pengalaman. Proses menulis dan melihat karya diterbitkan menjadi pengalaman transformasional yang memperkuat motivasi literasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
