Dari pengalaman saya, satu hal menjadi semakin jelas: ketika murid terlihat pasif, jangan buru-buru menyalahkan mereka. Cobalah melihat kembali cara kita mengajar. Sebab, terkadang murid tidak membutuhkan guru yang lebih banyak berbicara.
Mereka membutuhkan guru yang mau mendengarkan. Mereka tidak selalu membutuhkan jawaban. Mereka membutuhkan ruang untuk menemukan. Dan mereka tidak selalu membutuhkan pujian karena berhasil. Mereka juga membutuhkan apresiasi karena berani mencoba.
Pada akhirnya, mengubah kelas yang pasif menjadi kelas yang aktif dan menyenangkan bukan hanya tentang mengganti metode pembelajaran. Lebih dari itu, perubahan tersebut adalah tentang mengubah cara pandang guru terhadap murid. Ketika cara pandang guru berubah, cara mengajar ikut berubah. Ketika cara mengajar berubah, pengalaman belajar murid pun dapat berubah. Mungkin, di situlah awal dari kelas yang benar-benar hidup.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
