Dengan demikian, pembelajaran aktif tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga dengan perkembangan keterampilan sosial dan kemampuan berpikir.
Inilah alasan mengapa guru perlu melihat keaktifan murid bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai bagian dari proses menuju pembelajaran yang lebih bermakna.
Guru Perlu Mengubah Cara Pandang
Pengalaman ini membuat saya menyadari bahwa kita sebagai guru terkadang terlalu cepat memberikan label kepada murid.
Murid yang diam disebut tidak aktif.
Murid yang tidak mengerjakan tugas disebut malas.
Murid yang tidak menjawab pertanyaan dianggap tidak memahami.
Padahal, di balik perilaku tersebut mungkin terdapat banyak hal yang belum kita pahami.
Mungkin ia belum percaya diri.
Mungkin ia takut salah.
Mungkin ia membutuhkan cara belajar yang berbeda.
Atau mungkin, pembelajaran yang kita hadirkan belum cukup memberi ruang baginya untuk terlibat.
Karena itu, ketika menghadapi murid yang pasif, saya belajar untuk tidak langsung bertanya, “Mengapa kamu tidak mau belajar?”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








