Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ketika Matematika Tak Lagi Menakutkan: Pengalaman Mengajar di Sekolah 3T

Kontributor : Venti Sipa Editor: Redaksi
56e0b2b7 7bdc 43cc 8b53 b065966696b7

Selain itu, setiap peserta didik memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Menyamaratakan kemampuan seluruh peserta didik justru berpotensi membuat mereka yang tertinggal semakin kehilangan motivasi. Sebaliknya, ketika guru mampu memahami kebutuhan belajar setiap peserta didik dan memberikan ruang untuk berkembang sesuai potensinya, proses pembelajaran akan menjadi lebih bermakna.

Pada akhirnya, tugas guru bukan hanya mengajarkan angka, rumus, atau teori. Lebih dari itu, guru bertugas menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, dan keyakinan bahwa setiap peserta didik mampu belajar. Ketika rasa takut berhasil diubah menjadi rasa ingin tahu, maka matematika tidak lagi menjadi momok yang menakutkan, melainkan sahabat yang membantu peserta didik berpikir lebih kritis, logis, dan kreatif dalam menghadapi tantangan kehidupan.*

Baca Juga :  Peran Guru PKN dalam Membangun Kesadaran Kewarganegaraan Siswa di Era Globalisasi
  • Bagikan