Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Melawan Pergaulan Bebas dengan Disiplin Jasmani

Kontributor : Yani H. Boimau, S.Pd.  Editor: Redaksi
IMG 20260204 222242

Perubahan mulai terlihat. Siswa semakin berani saling mengingatkan untuk menjauhi kebiasaan negatif. Kelompok-kelompok kecil di kelas tumbuh menjadi ruang saling dukung. Partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga meningkat signifikan, menunjukkan bahwa energi masa muda mereka mulai tersalurkan ke arah yang lebih sehat dan produktif. Prestasi di lapangan kini menjadi sumber kebanggaan baru, menggantikan tren pergaulan yang merusak.

Fenomena ini menegaskan satu hal: kesehatan adalah fondasi pendidikan. Tanpa tubuh dan mental yang sehat, cita-cita setinggi apa pun akan rapuh. Guru PJOK bukan sekadar pengambil nilai lari atau lompat, melainkan penjaga gerbang kesehatan generasi bangsa.

Kepada rekan-rekan guru, terutama di daerah, kita tidak boleh lelah menyuarakan bahaya pergaulan bebas. Tantangan sosial mungkin besar, tetapi pengaruh seorang guru di hati siswa jauh lebih kuat dari yang kita kira. Perubahan kecil dalam pola pikir hari ini dapat menyelamatkan satu nyawa dan satu masa depan esok hari.*

Baca Juga :  Satu Kalimat, Satu Keberpihakan
  • Bagikan