Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menembus Dinding Individualisme: Peran Bimbingan Konseling Menyalakan Empati Siswa

Kontributor : SN Editor: Redaksi
IMG 20260204 210952

Ketiga, keteladanan guru.
Anak-anak belajar bukan hanya dari kata-kata, tapi dari contoh. Guru BK dan guru lainnya harus menunjukkan sikap mau mendengar, tidak pilih kasih, dan siap membantu siapa saja. Dari situ siswa melihat bahwa peduli itu bukan cuma teori.

Perubahan Dimulai dari Hal Sederhana

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Perlahan, perubahan mulai terlihat. Suasana kelas jadi lebih akrab. Siswa mulai terbiasa meminjamkan alat tulis, membantu menjelaskan pelajaran, atau menyemangati teman yang sedang kesulitan. Anak-anak yang dulu cenderung menyendiri sekarang mulai berani bergaul karena merasa diterima.

Memang, perubahan ini terlihat sederhana. Tapi dari hal-hal kecil inilah karakter anak dibentuk. Pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan lewat nasihat. Ia harus dilatih setiap hari lewat kebiasaan.

Sekolah adalah gambaran kecil dari masyarakat. Kalau sejak di bangku sekolah anak-anak dibiasakan peduli, saling menolong, dan tidak merendahkan sesama, maka kelak mereka akan tumbuh menjadi orang dewasa yang bukan hanya pintar, tetapi juga punya hati.

Baca Juga :  STIKES Maranatha Kupang Genap 16 Tahun: Dari Kampus Sederhana, Kini Jadi Berkat untuk NTT
  • Bagikan